Archive for the 'masa kecil' Category

halo, ibu..

motheroosebeberapa tahun yang lalu tepatnya saat upcara kelulusan SMA saya di sebuah kota di jawa timur, semua orang tua siswa hadir dan menyaksikan rangkaian ritual acara kelulusan siswa dengan bahagia.

diantara deretan kursi undangan ada ibu dan bapak saya yang juga hadir dengan balutan pakaian batik yang paling bagus yang ada di almari mereka. senyum terus mengembang di wajah saya, ibu juga walaupun tampak kuyu tetap menyunggingkan senyum termanisnya setiap kali saya mencuri pandang kepadanya. ibu menjadi terlihat lelah mungkin karena perjalanan yang memakan waktu satu malam dari rumah ke sekolah saya (saat sma saya bersekolah di luar kota).

namun kira-kira setengah jam menjelang acara berakhir ibu saya melambaikan tangan ke arah saya, isyarat untuk saya agar mendekat. saya beranjak dari tempat duduk dan menemuinya di pintu keluar. ibu dan bapak memeluk saya bergantian dan mengatakan harus segera pulang dan tak bisa mengikuti acara hingga selesai. terkejut sekali saya, bahkan mereka belum istirahat sedikitpun dan sekarang sudah harus menempuh perjalanan jauh kembali. wajah ibu pucat dan saya semakin tak tega melihatnya. namun apa mau dikata, mereka agak memaksa karena ada urusan yang lebih mendesak. dan pada akhirnya saya melepas mereka juga di pintu keluar itu.

tahukah anda, sehari kemudian ibu saya memberi kabar bahwa sebenarnya sejak 3 hari sebelumnya adik laki-laki saya dirawat di rumah sakit karena sebuah kecelakaan lalu lintas. dan sejak 3 hari itu pula ibu saya dengan sabar menunggui adik saya di rumah sakit dengan nyaris tanpa tidur. dan pada hari upacara kelulusan saya dipaksakan datang juga, senyum selalu merekah diwajahnya walaupun dengan kelopak mata yang mulai menghitam. sengaja tak memeberi tahu saya sejak awal karena tak ingin merusak kebahagiaan saya dihari itu.

dan hari ini saya hanya ingin menyampaikan, selamat ulang tahun ibu, terimakasih atas semuanya..

seputar sahur dan televisi

tayangan televisi ramadhansaya teringat kala kecil dulu, setiap masa sahur tiba ibu akan membangunkan seluruh anggota keluarga untuk bersantap sahur bersama, pada waktu itu belum ada jam ber-alarm di desa kami sehingga andai ibu tak terbangun tepat pada waktunya kami sekeluargapun tak bersantap sahur.
setelah mencuci muka acara makan pun dimulai dilanjutkan dengan mengaji bersama bapak sembari menunggu subuh.

demikian yang saya ingat kala itu. sudahlah kita tinggalkan saja masa kecil saya, saat ini ada hal yang menggelitik saya setiap masa sahur tiba. yaitu tayangan di televisi yang jika kita amati semuanya sangat seragam, tak ada muatan ceramah atau dakwah di sana, melainkan acara komedi dan bagi-bagi hadiah via kuis telepon.

entah apa sebab pastinya namun menurut kacamata saya pribadi bulan ramadhan benar-benar telah membawa barokah bagi segenap umat. baik pahala, ampunan dan tentu saja rupiah. mari kita lihat televisi, iklan-iklan didominasi oleh sajian kuliner, komedi yang ditumpangi sponsor-sponsor tunggal hingga duit yang didapat dengan mudah hanya dengan menelepon dan menjawab pertanyaan yang amat mudah. rasanya tayangan ceramah dan dakwah semakin terdesak saja keberadaannya.

jika boleh saya tunjukkan hitungan saya, di bulan ramadhan yang suci ini tayangan dakwah bertambah 20% dan tayangan komedi bertambah 120%.
bagaimana menurut sampeyan ?

kebohongan masa kecil

children_safe_toybeberapa hari terakhir saya menjadi lebih sering melamun, entah apa sebabnya. dan 70% bahan lamunan saya berkutat di sekitar kenangan-kenangan masa kecil. ya, masa kecil seakan meninggalkan memori yang tak pernah kering.

salah satu hal yang paling saya ingat saat itu adalah kecenderungan untuk berbohong (pada umumnya saat berbincang dengan teman). entah apa sebabnya yang jelas anak-anak kecil pada masa saya dulu itu gengsinya luar biasa tinggi, lebih tinggi dari pohon-pohon kelapa yang sering kami panjat dengan gembira setiap sore.

saya pun demikian, saya ingat betul bagaimana dengan bangganya (dan bohongnya) saya mengatakan bahwa rumah saya memiliki antena parabola (entah apa sebutannya untuk antena jenis ini) anda pasti masih ingat sekitar tahun 90-an awal tingkat sosial masyarakat selalu dinilai dengan harta kekayaan yang umumnya ditandai dengan apa yang dimiliki. televisi, mobil, motor, sawah dan… antena parabola.

tentu saja teman-teman menjadi sangat “respect” terhadap saya. keadaan menjadi berbalik tatkala beberapa orang dari mereka berencana datang berkunjung ke rumah, bisa dibayangkan betapa paniknya saya pada saat itu, jangankan parabola, televisi saja masih hitam-putih dan hanya bisa menyiarkan tvri.

bahkan ada teman saya yang dengan berani (dan sok tau) mengatakan bahwa rumahnya dilengkapi dengan elevator, tentu saja pada waktu itu tak banyak yang tahu apa itu elevator. saya juga tak habis pikir dari mana teman saya mendengar istilah itu.

demikian, hari-hari berjalan dengan penuh keluguan. berbohong? ah, jangan terlalu dirisaukan. anak kecil akan mengagumi apa yang mereka dengar pada suatu hari dan akan melupakannya dengan mudah keesokan harinya. setidaknya itulah yang membuat masa kecil kami berlalu dengan kocak, harmonis dan selalu menyenangkan untuk diingat.