Archive for March, 2008

Mari Menjilat

Bagaimana agar saya bisa cepat naik jabatan dan memperoleh gaji bagus di kantor ?
Saya telah menemukan caranya, menjadi penjilat. Ya, bekerja sekenanya bahkan cenderung hanya bermain-main saja, mendengarkan musik dan ngobrol dengan teman-teman di internet di saat bos tidak ada, tapi ketika si bos datang, segera saya akan mengganti wajah. Serius bekerja dengan membuka aplikasi yang ‘keren’ dan akan membuat bos terkesan, memegang kepala dengan sebelah tangan agar terkesan berpikir keras memecahkan persoalan perusahaan, wah, pasti bos segera akan melihat bahwa saya adalah seorang karyawan teladan yang akan segera membuat profit perusahaan meningkat puluhan kali lipat.

Saya juga tidak perlu bergaul dengan karyawan-karyawan lain yang tidak terlalu saya butuhkan, cukup dekati dan ciptakan kesan akrab dan kekeluargaan dengan para dedengkot perusahaan saja. Mulai supervisor ke atas lah. Saya akan usahakan untuk berkomunikasi dengan mereka setiap harinya, entah itu membicarakan issue yang sedang hangat yang bermunculan di berita, ataupun sekedar bertanya kabar dia atau keluarganya.

Tak lupa untuk melihat keadaan sekitar, lihat saja, siapa yang sekiranya akan menghalangi langkah saya. Orang yang bekerja dengan serius dan mulai menarik hati pimpinan tidak bisa dibiarkan, tentu saja akan ‘membahayakan’ jalan saya. Jatuhkan dia! Bagaimanapun caranya, kalau perlu yakinkan atasan bahwa saya lah yang paling baik, tak lupa dengan sedikit bumbu keburukan-keburukan si rival kerja. Pasti bos tak akan meliriknya lagi.

Ok, lengkaplah rencana saya. Bisa saya pastikan si bos akan sangat dekat dengan saya, yakin denga kinerja saya dan yang paling pokok adalah jabatan bagus dan gaji saya yang akan terpompa dengan lancar. Huuh..

Hey, apa Anda orang seperti saya ??

Google di IPv6

Google IPv6

Setelah menunggu lama (siapa yang nungguin?) Akhirnya Google jalan juga di IPv6.

Hehehe, Happy Googling..!

Cinta dalam Ayat-Ayat

Ayat-ayat cinta

“Yuk, nonton Ayat-Ayat Cinta..!”
Suatu hari seorang teman berkata pada saya. Heh, saya tau itu film yang diangkat oleh Hanung Bramantyo -sutradara muda kondang yang telah sukses menelorkan film-film berkelas- dari novel best seller Habiburrahman.

Menariknya film ini? Sejauh ini saya belum menemukannya.Lho? beberapa teman mencibir kepada saya dan sebagian berkata “gak punya citarasa!”. Biar! Saya tetap menganggap penggarapan film ini sedikit ‘memaksa’. Setting yang diambil (seharusnya berada di Mesir, menurut novel aslinya) tak lebih dari 20% nya saja yang benar-benar dilakukan di Mesir, selebihnya? Saya kurang tau pasti, yang jelas ada di Indonesia, dengan properti seadanya. Saya berani mengatakan film ini laris karena images novelnya yang bertitle “Best Seller” telah terlebih dahulu merasuk ke otak para calon penonton yang saya bisa jamin lebih dari 90% nya sudah hapal betul alur cerita film yang akan ditonton ini.

Setting film yang memanjakan penikmat cerita cinta sejati dengan hiasan air mata di sana-sini jelas terlalu biasa di Indonesia bukan? Saya (dan Anda semua) bisa dengan jelas menangkap nuansa Islam yang begitu kental di sepanjang film ini, dan inilah nilai lebihnya, bukan cerita cinta nya Bung!

Hal yang paling menggelitik saya adalah, perilaku penontonnya. Hampir 40% rekan saya yang menonton film ini jadi berubah! Iya, Bahasa-bahasa Arab kagetan jadi sering terdengar, teman wanita mulai berjilbab (yang tentu hanya sebagian kecil saja), dan lain sebagainya. Wow, senangnya melihat ini. tapi saya pernah menulis bahwa bangsa Indonesia ini terlalu latah untuk dibilang ‘mendapat hidayah’, tapi semoga saya salah.

Aman Pak…

Wajah dan kumis pak pulisi yang eksotis sengaja tidak ditampilkan, demi kebaikan bersama. :D

Jumat sore saya mampir ke Bank BCA di deket kantor. Sambil ngantri ATM, saya melihat bapak pulisi sedang duduk dengan santai. Saya pun berpikir,

Kerja Pak pulisi yang bertugas di bank begini ngapain aja ya..? Datang, berdiri, muter2, duduk, ngopi, berdiri lagi, keliling lagi dst. Satu hal yg saya simpulkan (tanpa perlu ikut praktek dulu), bosan! Mau ada kerjaan? Apa iya Pak Pulisi berdoa, ‘ya Tuhan, tolong Engkau kirimkan perampok untuk saya tangkap, biar saya ada kerjaan ya Tuhan..’?

Eit, tunggu dulu, saya nulis begini bukan karena sentimen sama pulisi lho ya..