Archive for August, 2007

Uh…

duh.. ada apa ini…

belakangan ini kok rasanya kehilangan mood nulis yah…

maleees banget..

yah, semoga gak lama2..

dEekZ_

Mounting NTFS di Fedora

Langsung ajah, jengkel dengan terror virus yang gak ada abis-abisnya, muncullah ide buat ganti OS di PC kantor ke Linux.
Mikir2, akhirnya jatuhlah hatiku ke Fedora Core 6. Selain tampilannya cakep, juga karena orang2 kantor banyak yg pake, jadi banyak tech support gratisan deh, heheheh.

Instalasi berjalan mulus, lebih lancar dari tol Jagorawi. Booting pertama, sip.. gak ada masalah..!
Masalah pertama mulai nongol waktu kulihat Headset yang tergeletak di atas meja.. kayaknya ada yg ngganjel ya..
walah ternyata aku baru nyadar, file2 pentingku (termasuk lagu2 gending jawa pengantar kerja) masih ketinggalan di mesin Window$ yang notabene udah jadi “kandang virus” itu.
File sistem di Fedora pun ku acak2, kagak ketemu juga.
di locate, ketemu di /dev/disk/by-label/hd.
tapi begitu di bukak, eh ternyata si fedora belom kenal sama NTFS.. gimana bos…?
lagi2 mbah google punya solusinya.. pake ntfsprogs sama ntfs-3g.
langsung…

1. Untung di Fedora ada fasilitas buat install paket langsung dari repositori-nya, yap.., pake ‘yum’.
Buat nginstall ntfs-3g, kita bakal butuh utilitas2 seperti ntfsprogs-gnomevfs dan fuse.
Makanya di install bareng2 pake yum. Commandnya:

# yum install fuse fuse-libs ntfs-3g ntfsprogs ntfsprogs-gnomevfs

2. tunggu aja beberapa lama, sampe instalasi benar2 selesai. sesudah itu siap mounting deh..

# mkdir /mnt/windows
# ntfsmount /dev/disk/by-label/hd /mnt/windows

3. nanti bakal muncul warning, tapi gak usah dibaca (males bgt, soalnya pake bahasa inggris,. Berhubung rasa nasionalisme yang tinggi, aku gak pernah baca itu)

4. OK, silahkan di cek… masuk ke folder /mnt/windows/ terus di ls deh, udah ter-mount atau belom…, kalau belum ya baca lagi dari awal. heheheh.

OpenBSD, Mau…?

Bismillahirrohmanirohiim..

OpenBSD adalah sebuah sistem operasi berlisensi GPL (Gak Pake Lama), yang berarti penggunanya gak perlu pake lama-lama untuk mendapatkan lisensinya. Bercanda kok, yg bener General Public License, yang berarti free, atau kerennya ‘open source’.
Jadi gini ceritanya : - source: http://corebsd.or.id/ -

“Pada awal 1990, Theo de Raadt bertanggunjawab untuk melakukan porting NetBSD pada mesin-mesin SPARC. Namun karena terjadi ketidakcocokan antara Theo dan NetBSD core team untuk masalah pengembangan NetBSD, membuat Theo hengkang dengan mendirikan proyek baru bernama OpenBSD.

OpenBSD lebih memfokuskan pada tujuan memproduksi sebuah operating system yang secure. Pada awal 1996, OpenBSD team membuat analisa baris-per-baris untuk setiap source code yang disertakan untuk menghindari adanya potensi bugs dan security hole. Dengan tujuan menemukan bugs sebelum orang lain menemukannya, membuat OpenBSD semakin matang dengan konsep “secure by default”-nya.

OpenBSD juga mengembangkan porting ke banyak mesin, hal ini sepertinya terinfluence dengan pengembangan NetBSD mengingat OpenBSD juga lahir dari NetBSD, telah banyak mesin-mesin Motorola 86k, VAX, dan Intel yang berhasil diinstall OpenBSD sebagai operating systemnya”

Ya, gitu deh pokoknya. Setau saya yang baru beberapa bulan mengenalnya, OpenBSD memang pantas untuk diperhitungkan untuk penggunaan sistem server, maupun kebutuhan netflow.
Beberapa keuntungan OpenBSD menurut yang pernah saya alami ya kira2 kayak begini…

  • Ringan. Untuk sistem operasi server, OpenBSD bisa dibilang sangat ringan (tidak lebih dari 1 CD distribusi).
  • Nggak manja. PC P1, RAM 16Mb sudah cukup memadai untuk dipakai sebagai gateway atau bridge yang cukup handal dengan racikan OpenBSD.
  • Multiplatform. Hal ini lebih mengarah pada perangkat yang telah didukungnya. Tidak perlu risau untuk mengganti perangkat di tengah2 operasional, OpenBSD akan langsung mengenalinya tanpa harus melakukan update apapun pada kernel.

Mungkin sementara hanya itu yang bisa saya sampaikan, berdasar pengalaman saya yg sangat minim terhadap sistem operasi ini.
Kabar terbaru sih, kabarnya pak de Raadt (bapaknya si OpenBSD) agak bersilisih paham dengan mas Linus (bapaknya si Linux). yaa, kok gitu ya.. padahal yang bener kan orang2 pinter pada ngumpul terus mikir bareng, terus bikin sesuatu yang bermanfaat bagi umat manusia.
Sampeyan setuju…?

———–
dEekZ_
———–

Crontab, si Tepat waktu

okay, langsung ajah..
di sistem operasi Unix dikenal sebuah fasilitas penjadwalan otomatis yang dinamakan cron/crontab.

secara umum, cron disimpan pada sebuah file yang letak dan namanya berbeda pada setiap distronya.Di Linux saya biasa memakai Fedora, dan BSD dengan OpenBSD. Nama, dan letak file konfigurasi di kedua distro tersebut berbeda. Di Fedora, ada di /etc/crontab, sedangkan di OpenBSD (dan distribusi BSD umumnya) terletak di /var/cron/tabs/root.

fungsinya adalah sama saja, yaitu untuk mencatat perintah (bisa berupa command line langsung maupun command yang sudah tersusun dalam sebuah file bash/shell/perl script) serta waktu (timing) kapan perintah tersebut akan dieksekusi.

Penulisan file cron ini pun sedikit berbeda pada setiap distro, namun secara garis besarnya sama.
bentuk umunya adalah sebagai berikut:

* * * * * * *

penjelasan :

di atas adalah bentuk umum untuk sintaks crontab. Terlihat ada 7 kolom (blok)

  • blok pertama adalah menit, yaitu menunjukkan menit pada jam yg dipilih — nilainya 0-59.
  • blok kedua adalah jam, yaitu menunjukkan jam pada hari/tanggal yang telah ditentukan. — nilainya 0-23.
  • blok ketiga adalah tanggal, yaitu menunjukkan tanggal pada bulan yang telah ditentukan. — nilainya 1-31.
  • blok keempat adalah bulan, yaitu menunjukkan bilangan bulan. — nilainya 1-12
  • blok kelima adalah hari dalam minggu, yaitu menunjukkan urutan hari dalam seminggu. — nilainya 1-7
  • blok keenam adalah user yang diberi hak untuk melakukan command. (blok ini tidak selalu diperlukan)
  • blok ketujuh adalah command atau letak file perintah.

contoh #1

30 05 * * * root rm /var/log/httpd/*

penjelasan:
jadi, setiap hari, pukul 05:30 pagi, perintah “rm /var/log/httpd/*” akan dieksekusi, yang berarti akan menghapus semua file dalam folder /var/log/httpd/.

contoh#2

10 05 01 * * root /bin/sh /etc/script.sh

penjelasan:
pada pukul 05:01 setiap tanggal 1, setiap bulannya, akan dieksekusi kumpulan perintah pada file “/etc/script.sh” (yang berupa file shell/bash script).
Sekian dulu, kalau ada waktu dan ilmu baru, insyaAllah saya tulis lagi..
-mohon koreksi-

regards,
dEekZ_

Session on PHP Language

Well, this time I’ll write you about Session.. yah.. a real concept which i think the most important thing at the CGI programming when we are talking about the security aspects.
Now lets start..
Session analogical are like a account we assign into a server. The simple way to understad it is by the real example.. Im sure you ever login into any sites related into user support and connect to a database, right ?
well, whenever you login in, the real are you are assign a information about your account informations, including user id, even your password, but some mecines will encrypt this, dont be worry..:)
This information will be saved in a specified server untill you sign out (log out). When you decide to log out, the system will kill your session in server so you dont have any account anymore..
Now, lets practice this mecanism.. :)
<?php
session_start(); // start session
$_SESSION['name'] = ‘betet’;
?>

remember… you have to write session_start(); to enable the session. This function not only used to start the session but also to continue the session assigned before.. so that you can use your session information in whole scripts and pages.
The real conditions are, you have wrote or assign your information ($_SESSION['name'] = ‘betet’;).. session name (betet) will be saved into server to assign your identity.

Now, how to kill my session information ?
check this scripts..

<?php
session_start();
session_destroy();
?>

This script will destroy your session file from the server and of course you will not known anymore.
so if you want to save your information again you have to login again..

well, i think thats enough.. for further information please drop me a reply…

Regards

Next Page »